
Adipati Karna adalah tokoh pewayangan yang merupakan putra dari Dewi Kunti dan Dewa Surya, namun dibesarkan oleh seorang kusir bernama Adirata. Ia dikenal karena kesetiaannya yang mendalam kepada Duryudana, meskipun pada akhirnya ia mengetahui bahwa ia adalah saudara tiri para Pandawa. Sebagai prajurit tangguh dan berhati mulia, Karna adalah tokoh yang tragis karena terlahir dalam status sosial rendah namun memiliki sifat ksatria, dan tewas di tangan saudaranya sendiri, Arjuna, saat perang besar.
Latar belakang dan identitas
- Kelahiran: Karna adalah anak di luar nikah Dewi Kunti dan Dewa Surya.
- Pengasuhan: Ia dibuang karena aib dan kemudian ditemukan serta dibesarkan oleh Adirata, seorang kusir kerajaan Hastina.
- Hubungan dengan Pandawa: Ia adalah kakak tertua dari tiga Pandawa (Yudistira, Bima, dan Arjuna).
- Penolakan: Meskipun mengetahui identitas aslinya, Karna tetap setia kepada Duryudana karena merasa berutang budi, menolak tawaran untuk kembali ke pihak Pandawa.
Sifat dan karakter
- Kesetiaan: Karna sangat setia dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, terutama kepada Duryudana yang mengangkatnya menjadi Adipati Angga.
- Kedermawanan: Dikenal sebagai sosok yang murah hati, bahkan rela memberikan anting dan perisai pelindungnya (Kawaca Kundala) kepada Dewa Indra yang menyamar sebagai brahmana.
- Keberanian: Ia adalah kesatria yang gagah berani dan seorang pejuang yang sangat tangguh.
- Keterbatasan sosial: Sempat mengalami diskriminasi karena status sosialnya, membuatnya terpaksa belajar dan berlatih secara diam-diam.
Peran dalam perang
- Panglima Kurawa: Ia menjadi panglima perang di pihak Kurawa setelah Bisma gugur.
- Kematian: Karna akhirnya tewas di tangan Arjuna. Nasib tragisnya ini disebabkan oleh kutukan dan terperosoknya roda keretanya ke dalam lumpur, sehingga tidak dapat melawan dengan seimbang.
